Ketahui Urutan Ibadah Umroh Sebelum Melaksanakan Ritualnya

urutan ibadah umrah

Urutan ibadah umrah adalah serangkaian tata cara melaksanakan ibadah umrah secara tertib. Umrah merupakan salah satu ibadah sunnah yang hanya bisa dilaksanakan di tanah suci, umroh mirip dengan ibadah haji. Hanya saja pelaksanaanya bisa dilakukan kapan pun. Berbeda dengan ibadah haji yang hanya dapat dilaksanakan satu tahun sekali.

Sebelum jamaah umroh berangkat ke tanah suci, ada beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami. Salah satunya adalah urutan ibadah umroh. Agar ibadah dapat berjalan dengan khusyuk dan nyaman, serangkaian tahapan ini penting untuk diingat sebagai pengetahuan. Berikut adalah urutan ibadah umroh yang wajib diketahui sebelum menunaikannya.

1. Mandi Wajib

mandi wajib

Membersihkan dan menyucikan diri adalah kegiatan pertama yang harus dilakukan. Tata cara mandinya sesuai dengan tata cara mandi wajib/junub. Berniat untuk mandi wajib. Kemudian pertama, mencuci tangan sebanyak tiga kali.

Kedua, mencuci kemaluan dan dubur. Ketiga, mencuci tangan sesudah membersihkan kemaluan dan dubur. Keempat, berwudhu dengan wudhu yang sempurna. Kelima, membasahi sela-sela rambut dengan air menggunakan jari jemari.

Keenam, mengguyur air keseluruh badan dimulai dari ujung kepala. Ketujuh, mencuci kepala dan anggota badan dimulai dari yang kanan lalu yang kiri. Kedelapan  mencuci tangan dan kaki sampai mata kaki. Kesembilan, berwudhu seperti wudhunya orang yang hendak sholat.

2. Mengenakan Pakaian Ihram dan Berniat dari Miqat

Mengenakan Pakaian Ihram dan Berniat dari Miqat

Pakaian ihram memiliki aturan tertentu sesuai rukun umrah. Bagi perempuan, pakaian ihram adalah dua potong kain berwarna putih yang persis seperti mukena. Cara mengenakannya pun sama seperti mukena yang biasa digunakan untuk sholat.

Sedangkan untuk laki-laki, pakaian ihram adalah dua potong kain putih tanpa jahitan. Cara memakainya adalah satu potong untuk menutup bagian bawah tubuh dengan cara dililitkan seperti sarung. Lalu satu potong kain lagi untuk menutup bagian tubuh atas.

Miqat berarti batas. Yang dimaksud berniat dari miqat adalah berniat sejak batas dimulainya ibadah haji atau umroh. Saat kita sudah melintasi batas tempat yang telah ditetapkan sebagai miqat, wajib untuk mengenakan pakaian ihram dan berniat haji atau umroh.

3. Membaca Talbiyah Selama Perjalanan Menuju Mekah

Membaca Talbiyah Selama Perjalanan Menuju Mekah

Setelah memakai pakaian ihram dengan benar, selanjutnya adalah berjalan menuju Mekah seraya melantunkan talbiyah yang berbunyi,

“labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan nii’mata, laka wal mulk. Laa syariika lak.”

Memiliki arti, “Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah. Aku menjawab panggilan-Mu. Aku menjawab panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan, dan kekuasaan hanyalah milik Engkau, tiada sekutu bagi-Mu.”

4. Masuk Masjidil Haram lalu Mencium Hajar Aswad

Masuk Masjidil Haram lalu Mencium Hajar Aswad

Begitu sampai di Masjidil Haram, masuklah dengan membaca do’a masuk masjid serta mendahulukan kaki kanan terlebih dulu. Dilanjutkan dengan menuju hajar aswad, menghadapnya, mengusap lalu menciumnya. Apabila tidak memungkinkan menciumnya karena kondisi jamaah yang padat, maka cukup dengan isyarat lambaian tangan ke arahnya.

5. Mengelilingi Ka’bah (Thawaf) Sebanyak Tujuh Kali

Mengelilingi Ka'bah (Thawaf) Sebanyak Tujuh Kali

Thawaf adalah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Thawaf sendiri memiliki empat macam yaitu thawaf qudum, thawaf ifadah, thawaf sunnah, dan thawaf wada’. Pada urutan ini jamaah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali atau yang disebut dengan thowaf.

Dimulai dari arah yang sejajar dengan hajar aswad hingga berputar dan kembali lagi di sisi hajar aswad tersebut. Dalam melaksanakan bagian yang satu ini, disunnahkan untuk berlari-lari kecil di tiga putaran pertama dan berjalan biasa di empat putaran terakhir.

6. Shalat Dua Rakaat di Depan Maqam Ibrahim

Shalat Dua Rakaat di Depan Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim untuk pijakan kaki pada saat menyusun bata-bata untuk membangun ka’bah bersama sang putra, Nabi Ismail. Jadi, yang disebut maqam disini bukanlah makam tempat peristirahatan terakhir.

Melainkan berasal dari kata Al-Maqam yang berarti tempat berpijak.  Shalat sunnah dilakukan seperti shalat biasa. Ketika shalat, disunnahkan membaca surat pendek yaitu Al-Kafirun pada rakaat pertama kemudian Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

7. Berehat Sejenak Sambil Minum Air Zam Zam

Berehat Sejenak Sambil Minum Air Zam Zam

Sebagai air yang penuh dengan keistimewaan, minum air zam zam adalah bagian yang juga ditunggu-tunggu jamaah haji dan umroh. Selepas shalat sunnah dua rakaat, para jamaah diperkenankan untuk berehat sejenak dan minum air zam zam yang sudah tersedia.

Sebelum meneguk air dari sumber yang tidak akan pernah kering ini, dianjurkan untuk membaca do’a terlebih dahulu. Sesuai dengan do’a yang dikhususkan sebelum meminum air zam zam. Hal ini untuk menambah keberkahan air zam zam. Dianjurkan duduk agar sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad dan itu merupakan salah satu adab makan dan minum.

8. Melaksanakan Sa’i Sebanyak Tujuh Kali

Melaksanakan Sa'i Sebanyak Tujuh Kali

Sa’i adalah salah satu rukun ibadah umrah yang wajib untuk ditunaikan ketika melakukan ibadah umrah. Memiliki pengertian berlari-lari kecil (berjalan kaki) bolak balik sebanyak tujuh kali di mulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Jarak antara kedua bukit ini berkisar 405 meter.

Perjalanan sa’i dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah terhitung satu. Kemudian dari Bukit Marwah ke Bukit Shafa terhitung satu juga. Pertama hendaknya sa’i dimulai dengan berjalan kaki biasa sampai pada batas tanda pertama berwarna hijau, kira sejauh enam hasta. Lalu dari tempat itu, jamaah berlari kecil sampai pada tanda hijau yang kedua. Setelah itu berjalan kaki biasa lagi.

Jika telah sampai pada Bukit Marwah, hendaknya jamaah menaiki bukit tersebut seperti yang dilakukan ketika berada di Bukit Shafa. Lalu menghadap ke arah Bukit Shafa dan berdo’a. Apabila telah selesai perjalanan selama tujuh kali antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah, maka usai sudah urutan ibadah umrah yang kedelapan ini.

9. Tahalul

tahallul potong rambut

Tahalul secara bahasa artinya dihalalkan. Berdasarkan hukum fikih, tahalul berarti keluar dari keadaan ihram karena telah selesai melaksanakan seluruh ibadah haji atau umroh yang ditandai dengan memotong rambut sedikitnya tiga helai atau seluruhnya.

Dalam ibadah umroh dan haji, tahalul maksudnya adalah diperbolehkannya jamaah dari larangan atau pantangan ihram. Tahalul merupakan kegiatan mencukur rambut kepala yang hukumnya wajib dan tidak boleh dilewatkan.

Apabila tahalul tidak dilaksanakan, maka ibadah umroh dinilai tidak sah. Jika ibadah umrah tidak sah, maka wajib mengulang kembali dari awal di kesempatan berikutnya hingga ibadah umroh tersebut benar-benar sah.

Hendaknya kita memahami dengan jelas serangkaian urutan ibadah umroh sebagai bekal ilmu sebelum berangkat ke tanah suci. Setelah mempelajarinya diharapkan kita dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan mantap tanpa adanya keragu-raguan.

Kemudian kita juga harus memperhatikan segala yang diperbolehkan dan yang dilarang selama melaksanakan ibadah ini. Agar amalan yang kita kerjakan sah dan diterima oleh Allah. Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda dalam proses belajar mengenal dan memahami rangkaian ibadah umroh.

Itulah tadi penjelasan mengenai urutan proses yang akan anda alami saat menunaikan ibadah umrah. Baca postingan kami selanjutnya tentang harga kubah masjid yang murah. Semoga postingan singkat ini dapat menambah wawasan serta dapat bermanfaat bagi anda, sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *