Konsep Mol : Pengertian, Satuan, Rumus, Sejarah

  • by
Konsep Mol : Pengertian, Satuan, Rumus, Sejarah

Dalam kehidupan sehari hari, jumlah satuan untuk suatu barang, benda dan hal yang ditimbang pasti sangat diperlukan. Conothnya untuk barang seperti baju bisa menggunakan hitungan satu kodi, satu lusin, dan sebagainya. Kemudian untuk benda yang lebih kecil seperti pasir, beras, gula, minyak dan lainnya tentu kita tidak bisa menggunakan satuan jumlah seperti saat menghitung baju. Benda yang berukuran kecil atau berbentuk cairan biasanya dihitung menggunakan satuan liter atau gram. 

Sama dengan beras, pakaian, dan benda lainnya yang bisa dihitung dengan jumlah satuan sesuai dengan jenis bendanya, maka partikel atom atau senyawa kimia pun juga memiliki istilah untuk jumlah satuannya. Atom adalah sebuah satuan dengan ukuran yang sangat kecil dan tidak mungkin dihitung satu per satu atau ditimbang dengan timbangan. Untuk itu, sibutuhkan satuan yang dapat menunjukkan dengan jumlah atom tersebut, baik dalam reaksi maupun dalam keadaan tertentu. 

Dengan berbagai ilmu pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan di zaman dahulu dan berbagai eksperimen yang telah dicoba, ditemukan sebuah satuan bernama mol. Dan satuann ini tentunya memudahkan peneliti terutama saat hendak mereaksikan suatu senyawa dengan lebih mudah. 

Pengertian Mol

Pengertian Rumus Mol

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mol adalah kuantitas dari senyawa atau unsur yang mempunyai bobot dalam program sama dengan bobot molekul atau gram molekul. Mol adalah sebuah satuan rumus yang didapat secara matematis, atau dijadikan satuan untuk mengitung beberapa satuan kecil seperti massa molekul relative, dan massa atom rata-rata. Dalam satu mol bisa dijabarkan sebagai jumlah partikel yang terkandung dalam suatu zat tertentu dimana jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat di dalam 12,00 gram atom C-12. 

C-12 adalah adalah sebuah isotop karbon yang memiliki berat atom standar yang mendefinisikan sebesar 12. Maka itu, massa isotop karbon ini memiliki berat tepat 12 gram. Penggunaan karbon, pada intinya adalah sebuah penentuan karena karbon merupakan unsur yang paling sering dan mudah ditemukan di alam. 

Sejarah Rumus Mol

Sama seperti rumus lainnya, rumus mol juga tidak tercipta begitu saja tanpa sebuah eksperimen atau percobaan dari para ilmuan. Maka dari itu, rumus mol juga tidak lepas dari ceira lampau atau sejarah terbentuknya rumus mol ini. Sejarah mol terkait dengan massa molekul, satuan masa atom, bilangan Avogadro dan konsep terkait. 

Table pertama pada berat atom standar (berat atom) pertama dipamerkan oleh seorang ilmuan bernama John Dalton (1766 – 1844) pada tahun 1805 yang berdasarkan sistem di mana massa atom relatif hydrogen didefinisikan sebagai 1. Massa atom relatif memiliki dasar pada sebuah proporsi stoikiometri reaksi kimia dan senyawa, atau dalam faktanya sifat ini membantu keberterimaan mereka. 

Selain John Dalton, dalam penemuan rumus mol ini Jons Jakob Berzelius (1779 – 1848) juga turut memiliki peran penting dalam peningkatan akurasi penentuan massa atom relatif. Ia juga seorang ilmuan kimiawan pertama yang menggunakan oksigen sebagai standar untuk dirujuk oleh massa atom lain. Oksigen adalah dasar yang berguna karena tidak seperti hodrogen. Ia membentuk senyawa dengan sebagian unsur lainnya, terutama logam. Sayangnya, ia tetap memilih untuk menetapkan massa atom oksigen sebagai 100. Penemuan itu bisa dikatakan adalah sebuah inovasi yang tidak populer. 

Selain itu, nama mol sendiri diambil pada tahun 1897 melalui terjemahan satuan Jerman Mol yang diciptakan oleh kimiawan Wilhelm Ostwald. Ia memaparkan kata terjemahan tersebut pada tahun 1894 dari bahasa Jerman Molekul. Namun faktanya, konsep terkait massa ekuivalen telah digunakan setidaknya satu abad sebelumnya, sebelum nama rumus mol itu sendiri muncul. Mol dijadikan satuan dasar SI ketujuh pada tahun 1971 melalui CGPM ke – 14. 

Satuan Mol

Satuan Mol

Satuan mol ini telah diakui oleh Sistem Satuan Internasional pada tahun 1971. Setelah diakui tersebut, terdapat sejumlah kritik terhadap konsep Mol sebagai satuan seperti meter atau sekon, misalnya adalah sebagai berikut:

  • Jumlah molekul dan lainnya dalam jumlah tertentu kuantitas nirdimensi yang pasti. Dapat dinyatakan hanya sebagai angka, jadi tidak memerlukan satuan dasar tersendiri. 
  • Mol juga termodinamika SI dinilai tidak relevan dengan kimia analitik dan dapat menyebabkan biaya tinggi. 
  • Mol bukan sebuah satuan metrik atau satuan yang dapat dihitung dengan sebuah ukuran. Melainkan satuan parametrik. Kemudian jumlah zat adalah kuantitas dasar parametrik. 
  • SI memberi pengertian jumlah entitas sebagai kuantitas berdimensi. Ini menjadikan jika mengabaikan perbedaan ontologis antara satuan entitas dan satuan kuantitas kontinu. 

Pada tahun 1794, hukum Prosut mengenai perbandingan tetap telah membuktikan bahwa pengetahuan tentang massa masing-masing komponen dalam sistem kimia tidak cukup untuk menentukan sistem. Menghitungnya dengan cara jumlah zar dapat dijelaskan sebagai massa dibagi dengan ‘perbandingan tetap’ Proust, yang di dalamnya berisi informasi yang hilang dari pengukuran massa saja. 

Ada banyak sekali hubungan fisika antara jumlah zat dan banyaknya ukuran fisika lainnya. Tapi yang paling dikneal adalah hukum gas ideal, yang mana hubungan tersebut pertama kali ditunjukkan pada tahun 1857. Istilah mol sendiri pertama kali digunakan dalam buku teksyang menjelaskan sifat koligatif. 

Satuan SI 

Satuan SI untuk konsentrasi molar adalah mol/m3. Tapi jika dilihat lewat literatur kimia tradisionalnya, maka satuan SI menggunakan mol/dm3, atau mol-dm3, yang sama dengan mol/L. Sebutannya juga berbeda beda, terutama satuan tradisional ini sering disimbolkan dengan huruf kapital M (atau diucapkan ‘molar’). Biasanya di depan didahului oleh awalan SI. Misalnya milimol per liter (mmol/L) atau milimolar (mM), mikromol/liter (µmol/L) atau mikromolar (µM), atau nanomol/L (nmol/L) atau nanomolar (nM). 

Selain satuan SI di atas, Demal (D) adalah satuan lama yang memberikan pernyataan untuk konsentrasi larutan. Konsentrasi ini sama dengan konsentrasi molar yang berada di 0 oC, yaitu 1 D mewakili satu mol zat terlarut yang ada dalam satu desimeter kubik larutan pada suhu 0 oC. Satuan Demal ini diusulkan pertama kali pada tahun 1924 sebagai satuan konsentrasi yang berdasarkan desimeter, bukan liter atau desimeter kubik. Satuan ini digunakan untuk satuan konsentrasi dalam konduktivitas elektoril standar primer. Kemudian didefinisikan ulang dalam hal konsentrasi molar. 

Rumus Mol

Rumus Mol

Pastinya selain molaritas ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan juga cerita perjalanan menuju satuan SI nya yang sangat rumit. Molaritas juga memiliki rumus. Rumus tersebut tentunya bertujuan untuk menemukan hasil molasitas lebih mudah, dan pastinya jika terdapat pengertahuan di luar molaritas dan ingin mencari hasil molaritas sesungguhnya, maka rumus molaritas adalah sebagai berikut.

(Rumus Mol ) M=nv

Keterangan : M = Molaritas (M)

  n = jumlah mol zat (mol)

  v = Volume larutan (liter)

Dengan begitu, rumus molaritas menjadi mudah untuk disederhanakan. Dengan adanya rumus molaritas ini, menghitung atom senyawa bisa dengan mudah. Ada banyak rumus molaritas lainnya yang bisa membantu mengukur hasil satuan atom atau senyawa. Maka dari itu, rumus molaritas sangat diperlukan dalam ilmu pengukuran satuan kimia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *